Kamis, 27 Mei 2010

Easy Crochet Pattern 4

pattern, klik untuk lebih jelas

Pola yang satu ini, cocok dipakai sebagai pola pembuatan ponco. Dengan gabungan dari single chain dan double chain. :)


Rabu, 26 Mei 2010

Easy Crochet Pattern 3

Pattern yang satu ini, mungkin cocok dipakai untuk finishing bagian bawah sweater atau sebagai pattern telapak meja ukuran segi panjang.

pattern, klik untuk lebih jelas



Selamat mencoba.. :)

Easy Crochet Pattern 2

Coba perhatikan pola dasar dari Easy Crochet Pattern 2 di bawah ini.
pola gratis
Pola ini hanya terdiri dari simpul rantai dan single chain! Cara membuatnya cukup mudah. Hasilnya terlihat seperti berumbai-rumbai. Coba liat hasilnya.



Tertarik? Selamat mencoba.. :)

Selasa, 25 Mei 2010

Easy Crochet Pattern 1

Sekilas, rajutan dengan pattern ini seperti motif kupu-kupu khayalan. Rajutan ini mungkin cocok digunakan untuk syal yang panjang. Silahkan mencoba.. :)

Pola, klik untuk ukuran lebih besar


Dari pola rajutan di atas, maka hasil yang diperoleh adalah sbb:

Hasil Pola. Klik untuk ukuran lebih jelas

Sumber : smart-knit-crocheting.com & rajut.in

[Noriez]

Senin, 24 Mei 2010

Rajutan Bunga Dalam Satu Pola

Proyek ini disediakan oleh Nikki Brown, dari Crafty Monyet.
3 bunga dalam 1 pola
Dibawah ini adalah pola crochet bros motif bunga dengan pentunjuk untuk membuat tiga bunga yang berbeda dalam satu pola. Dengan sedikit kreativitas kamu, kamu dapat menyesuaikan pola untuk membuat lebih banyak variasi juga.

Gunakan satu atau dua bunga untuk menghiasi topi atau tas belanja atau membuat fridgie atau pin. Bisa juga digunakan untuk bros jilbab kamu. Tambahkan chenille kawat atau batang dan kamu bahkan bisa merenda seluruh karangan bunga cantik!yukz mari..

Bahan List:
- Benang  wol/katun
- Hakken
- Benang jarum
- Opsional: kancing atau perhiasan lain untuk tengah.

Singkatan :
Beg  = awal
Ch   = rantai
Sl st = slip st
Sc     = single crochet
Hdc  = setengah-double crochet
Dc    = double crochet
Post Bpsc = kembali satu crochet
Beg   = awal
Rep   = repeat
Rnd   = round

Bunga besar 3 lapisan, 4.5 “
Pola Bunga I
 Ch 4, sl st digabung  membentuk cincin
Round 1 – Ch 6 (dianggap sebagai dc, ch 3), (dc di ring, ch 3) 4 kali; digabung dengan sl st ke ch 3 dari awal ch6. (5 kelopak)
Round 2 – Sl st ke kelopak pertama, ch 1, (sc, hdc, 3dc, hdc, sc) dalam setiap kelopak; dirgabung dengan sl st diawal sc.
Round 3 – Ch 6 (dianggap sebagai sc, ch 5), (dc dari bpsc sekitar rnd 1, ch 5) 4 kali; digabung dengan sl st dalam ch 1 dari awal ch7.
Round 4 – Sl st ke kelopak pertama, ch 1, (sc, hdc, 5dc, hdc, sc) dalam setiap kelopak; digabung dengan sl st diawal sc.
Round 5 – Ch 8 (dihitung sebagai sc, ch 7), (bpsc sekitar sc dari rnd 3, ch 7) 4 kali; digabung dengan sl st dalam ch 1 dari awal ch8.
Round 6 – Sl st ke kelopak pertama, ch 1, (sc, hdc, 7dc, hdc, sc) dalam setiap kelopak; digabung dengan sl st diawal sc. Fasten off, berakhir.

Sedang Bunga 3 lapisan, 3 “
Mulai seperti dalam Bunga Besar, bekerja melalui 4 ronde putaran batin Lampirkan benang dengan sl st di sekitar pos dari setiap dc dari rnd 1.

Round 1 – Ch 3 (dihitung sebagai sc, ch 2), (sc sekitar pos dc berikutnya, ch 2) 4 kali; digabung dengan sl st dalam ch pertama dari awal ch3.

Round 2 – Sl st ke 1 kelopak, ch 1, (sc, hdc, dc, hdc, sc) dalam setiap kelopak; digabung dengan sl st diawal  sc. Fasten off,berakhir.

Bunga Kecil 2 lapis, 2.5 “

Mulai seperti dalam Bunga Besar, bekerja melalui putaran 2. Ulangi batin putaran dari Medium Bunga. Selamat mencoba.!!

sumber : rajut.in
[Noriez]

Minggu, 23 Mei 2010

Pola Bunga Sederhana

Pola bunga untuk hiasan pernak-pernik. Polanya sebagai berikut :

R 1: Ch 4, sl st dalam ch pertama untuk membuat sebuah lingkaran

R 2: Ch 1, 10 sc dalam lingkaran, sl st di sc pertama untuk menutup lingkaran (10 sc)

R 3: Ch 1, 2 sc di ea sc, sl st di sc pertama untuk menutup lingkaran (20 sc)

langkah 1
Pada titik ini,  Anda dapat mengubah warna benang. Bagian ini agak rumit, dan Anda mungkin perlu memperdayakan jahitan Anda sedikit.


R 4: Sl st di BLO st berikutnya longgar (karena di sini Anda akan menggabungkan dengan kelopak di sini pada akhir putaran ini), * melewatkan st berikutnya, 7 dc loop di belakang st berikutnya. Lewati st berikutnya, sl st di BLO st berikutnya *, sepanjang jalan sampai akhir. Anda harus berakhir dengan 5 kelopak dari 7 dcs masing-masing, semua di BLO.Bergabung dengan sl st ke sl st yang pertama.

langkah 2 dan 3




R 5: Sl st ke FLO tepat di bawah di mana Anda bergabung dengan barisan belakang. Sekarang ikuti petunjuk untuk barisan belakang kelopak, tetapi gunakan 5 dcs di kelopak, dan membuat semua jahitan di FLO. Gabung ke sl st yang pertama. Pass pengait ke bagian belakang bunga. YO, menggambar lingkaran, klip benang, dan kencangkan dan matikan.








Sekarang, jika sudah seperti ini, tambahkan sedikit pizazz dengan tombol atau sesuatu.


Saya harap ini cukup mudah dipahami. Ini mungkin terlihat sulit, tapi saya pikir setelah anda mencobanya, Anda akan menyukainya! Hanya ingat itu pada dasarnya adalah 5 kelopak dari 7 dcs di belakang loop, dan 5 kelopak dari 5 dcs di loop depan (sedikit off-set olah untuk menambah dimensi).








cantik menawan bisa juga buat bros.
selamat mencoba!!

sumber : rajut.in

[oleh: Noriez]

Sabtu, 22 Mei 2010

Belajar Merajut (crochet)


1.    Tusuk Dasar/Slip Knot 


a. Pertama, buat sebuah lingkaran. Kemudian masukkan jarum dalam benang dan tarik melalui lubang
b. Kencangkan simpul secara perlahan hingga melingkari lubang jarum

2.    Tusuk Rantai (Chain Stitch/ch)


a. Buat simpul awal, masukkan benang dalam lubang, tarik benang melalui lubang hingga membentuk lubang baru tanpa memperketat lubang sebelumnya
b. Ulangi langkah a sebanyak rantai yang diperlukan

3.     Tusuk Selip (Slip Stitch/sl st)


a. Buat rantai, masukkan jarum ke dalam lubang rantai kedua dari ujung. Kaitkan benang, kemudian tarik langsung melalui dua lubang sekaligus.
b. Untuk menggabungkan tusuk rantai (membuat lingkaran) buat tusuk rantai, masukkan jarum ke ch 1, kaitkan benang kemudian tarik melalui dua lubang.

4.    Tusuk Tunggal (Single Chain/sc)


a. Buat tusuk rantai, masukkan jarum pada ch 2 kemudian kaitkan jarum pada benang, tarik benang melalui satu lubang.
b. Kaitkan jarum pada benang, kemudian tarik jarum melalui dua lubang sekaligus
c. Ulangi langkah a-b

5.    Setengah Tusuk Ganda (Half Double Crochet/hdc)


a. Buat simpul rantai, kaitkan benang, kemudian masukkan jarum ke dalam ch 3
b. Kaitkan jarum pada benang, tarik melalui satu lubang
c. Kaitkan jarum pada benang lagi, kemudian tarik melalui tiga lubang sekaligus
d. Ulangi langkah a-c

6.    Tusuk Ganda (Double Chain/dc)


a. Buat tusuk rantai, kaitkan jarum pada benang, masukkan jarum ke ch 4
b. Kaitkan jarum pada benang, tarik melalui satu lubang ch hingga tersisa tiga lubang
c. Kaitkan jarum pada benang, tarik melaui satu lubang, hingga tersisa dua lubang
d. Kaitkan jarum pada benang lagi, tarik melalui dua lubang terakhir
e. Ulangi langkah a-d

sumber    : berbagai sumber
gambar    : bernat.com

[oleh Noriez]

Jumat, 21 Mei 2010

Memahami Pola Tulisan (Merajut/Knitting/Breien)

Setelah sebelumnya membahas tentang pola tulisan dalam merenda, kali ini kita bahas pola tulisan dalam merajut. Perbedaannya dengan pola merenda hanya pada singkatan dan istilah yang digunakan. Sementara penggunaan tanda kurung atau bintang untuk pengulangan serangkaian instruksi pengerjaan keduanya sama saja. Jadi sekarang kita langsung saja membahas singkatan dan istilah dalam merajut yang digunakan dalam pola-pola dari Amerika/Eropa.

Istilah-istilah yang paling dasar dan harus diketahui adalah :

k = knit
Knit adalah mengait benang dari arah depan/atas (arah yang lebih dekat ke badan kita), menghasilkan tampilan seperti rantai vertikal
Dalam bahasa Indonesia ada yang menyebutnya tusuk lurus, ada juga yang menyebut tusuk bawah (tb).

p = purl
Purl adalah mengait benang dari arah belakang/bawah (arah yang lebih jauh ke badan kita), menghasilkan tampilan seperti jelujur horizontal
Dalam bahasa Indonesia ada yang menyebutnya tusuk sungsang, ada juga yang menyebut tusuk atas (ta).

CO = cast on
Cast on adalah rangkaian tusukan dasar yang akan menjadi fondasi rajutan. Bisa dibandingkan seperti membuat rantai awal dalam merenda.
Dalam bahasa Indonesia ada yang menyebutnya tusuk awal atau tusuk permulaan (tp).

BO = binding off
Binding off adalah teknik menutup/mengakhiri rajutan.

RS dan WS
RS atau Right Side adalah sisi luar rajutan yang akan ditampilkan, sementara WS atau Wrong Side adalah sisi dalam rajutan.

Berikut ini daftar singkatan yang sering digunakan dalam pola tulisan dari Amerika/Eropa, diambil dari lionbrand.com :
approx = approximately
beg = begin(s)(ning)
bet = between
BO = bind off
bpdc = Back Post double crochet
btwn = between
CC = contrasting color
ch(s) = chain(s)
ch-space = space previously made
cn = cable needle
CO = cast on
cont = continu(e)(s)(ing)
dbl = double
dc = double crochet
dec = decreas(e)(s)(ing)
dpn(s) = double pointed needle(s)
dtr = double treble (triple) crochet
est = establish(ed)
ext = extension
foll = follow(s)(ing)
fpdc = front post double crochet
fpsc = front post single crochet
fptr = front post triple crochet
hdc = half double crochet
inc = increas(e)(s)(ing)
k = knit
k1b = knit 1 in the row below
k1b = knit through the back loop
k2tog = knit 2 together
k3tog = knit 3 together
Kfb = knit in front and back of st
lp(s) = loop(s)
M1 = make 1
M2 = make two
MC = main color
meas = measure(s)
ndl(s) = needle(s)
opp = opposite
p = purl
p1b = purl through the back loop
p2sso = pass 2 slipped sts over
p2tog = purl 2 together
p2togb = purl 2 together in back
p3tog = purl 3 together
pat = pattern
Pm = place marker
psso = pass slipped stitch over
PU = pick up
rem = remain(s)(ing)
rep = repeat(s)(ing)
rev = revers(e)(ing)
Rev St st = reverse stockinette stitch
rf = right front
RH = right hand
rnd(s) = round(s)
RS = right side
rsc = reverse single crochet
sc = single crochet
sc2tog = single crochet 2 together
sc3tog = single crochet 3 together
sk = skip
sk2p = Slip 1, k2tog, pass sl st over
skp = slip 1, knit 1, pass slipped stitch over
sl = slip
sl st = slip stitch
slip1-k1-psso = slip 1, knit 1, pass slip stitch over
sm = slip marker
sp(s) = space(s)
sq(s) = square(s)
ssk = slip, slip, knit
St st = Stockinette stitch
st(s) = stitch(es)
t-ch = turning chain
tbl = through the back loop
tog = together
tr = treble (triple) crochet
WS = wrong side
wyib = with yarn in back
wyif = with yarn in front
yo = yarn over

Bagaimana, cukup jelas bukan? (by:dydy)

(Noriez/via Merajut.com)

Kamis, 20 Mei 2010

Memahami Pola Tulisan (Merenda/Crochet/Hakken)

Di Indonesia rata-rata orang belajar merajut (dalam hal ini lebih sering diartikan merenda/hakken) dengan menggunakan pola gambar ala Jepang. Hal ini dikarenakan buku pola dari Jepang lebih banyak beredar di Indonesia dibandingkan buku-buku pola dari Amerika atau Eropa yang biasanya menggunakan pola tulisan.

Karenanya begitu bertemu dengan pola-pola tulisan, biasanya mereka tidak mengerti karena sudah terlalu terbiasa dengan pola gambar yang mudah dibayangkan. "Lebih gampang diikuti", katanya. Benarkah? Kalau soal lebih gampang diikuti, sepertinya sama saja karena pola tulisan memaparkan langkah merajut satu persatu, jadi mudah juga untuk diikuti. Masalahnya adalah pola tulisan lebih sulit dibayangkan karena bukan berupa gambar.

Dengan banyaknya pola gratis di internet yang berupa pola tulisan (karena asalnya dari Amerika dan Eropa), alangkah sayangnya jika kita tidak belajar memahami pola tulisan ini. Jika sudah dikuasai, kita tidak lagi membatasi diri hanya mengikuti pola-pola dari Jepang.

Di bawah ini adalah daftar beberapa istilah merenda yang sering digunakan dalam pola tulisan, dan simbol yang dipakai dalam pola gambar (diambil dari buku SnB Crochet : Happy Hooker --Debbie Stoller--) :
Singkatan Pola

Simbol sc (single crochet) di buku ini menggunakan tanda X, di pola lain sering juga menggunakan tanda +.

Ada juga beberapa simbol yang sering digunakan dalam pola tulisan :

[] atau () : instruksi yang berada di antara kedua tanda kurung ini harus diulangi sesuai pola.
Misalnya [dc, sk 2 ch, sc] across artinya [double crochet, lewati 2 rantai, single crochet], ulangi hingga baris selesai.
Ada juga pola yang menggunakan kedua macam tanda kurung ini kalau memang diperlukan. Misalnya [2 dc in next st, (dc, sk 2 ch, sc) four times] across artinya [2 double crochet di tusukan berikutnya, (double crochet, lewati 2 rantai, single crochet) ulangi 4 kali] ulangi semuanya hingga baris selesai.

* : tanda ini seringkali digunakan dengan fungsi yang sama seperti tanda kurung. Letaknya di depan serangkaian instruksi tusukan yang harus diulangi.
Misalnya *dc, sk 2 ch, sc, repeat from * four times artinya sama saja dengan (dc, sk 2 ch, sc) four times.
Atau bisa juga bentuknya seperti ini : *dc, sk 2 ch, sc *, repeat from * to * four times. Artinya tetap sama.

Coba kita pelajari pola tempat tisu ini. Penjelasan pola singkatan-singkatannya dalam huruf miring :

Foundation chain: Chain 39. Turn.
Row 1: 1 sc in 11th chain from hook, ch 3, skip 3 ch, 1 dc in next ch, (ch 3, skip 3 ch, 1 sc in next ch, ch 3, skip 3 ch, 1 dc in next ch) 3 times. Turn.
Penjelasan : buat 1 single crochet pada rantai ke 11 dari jarum, buat 3 rantai, lewati 3 rantai, buat 1 double crochet pada rantai sesudahnya, (buat 3 rantai, lewati 3 rantai, buat 1 single crochet pada rantai sesudahnya, buat 3 rantai, lewati 3 rantai, buat 1 double crochet pada rantai sesudahnya)Â ulangi 3 kali. Balikkan.
Row 2: ch 4, skip first dc, (skip 1 ch, 1 sc in next ch, ch 3, skip [1 ch, 1 sc, 1 ch], 1 sc in next ch, ch 1, skip 1 ch, 1 dc in dc, ch 1) 3 times, skip 1 ch, 1 sc in next ch, ch 3, skip [1 ch, 1 sc, 1 ch], 1 sc in next ch, ch 1, skip 1 ch, 1 dc in next ch. Turn.
Penjelasan : buat 4 rantai, lewati dc pertama, (lewati 1 rantai, buat 1 sc pada rantai berikutnya, lewati [1 rantai, 1 sc, 1 rantai], buat 1 sc pada rantai berikutnya, buat 1 rantai, lewati 1 rantai, buat 1 dc pada dc, buat 1 rantai) ulangi 3 kali, lewati 1 rantai, buat 1 sc pada rantai berikutnya, lewati [1 rantai, 1 sc, 1 rantai], buat 1 sc pada rantai berikutnya, buat 1 rantai, lewati 1 rantai, buat 1 dc pada rantai berikutnya. Balikkan.
Row 3: ch 3, skip first dc, (skip [1 ch, 1 sc], 7 dc in ch 3 space, skip [1 sc, 1 ch], 1 dc in dc) 3 times, skip [1 ch, 1 sc], 7 dc in ch 3 space, skip [1 sc, 1 ch], 1 dc in next ch. Turn.
Penjelasan : buat 3 rantai, lewati dc pertama, (lewati [1 rantai, 1 sc], buat 7 dc pada lubang di bawah 3 rantai berikut, lewati [1 sc, 1 rantai], buat 1 dc pada dc) ulangi 3 kali, lewati [1 rantai, 1 sc], buat 7 dc pada lubang di bawah 3 rantai berikut, lewati [1 sc, 1 rantai], buat 1 dc pada rantai berikutnya. Balikkan.
Row 4: ch 6, skip first 4 dc, 1 sc in next dc (the fourth dc of 7 dc group), ch 3, skip 3 dc, 1 dc in next dc, (ch 3, skip 3 dc, 1 sc in next dc, ch 3, skip 3 dc, 1 dc in next dc) two times, ch 3, skip 3 dc, 1 sc in next dc, ch 3, skip 3 dc, 1 dc in next ch. Turn.
Penjelasan : buat 6 rantai, lewati 4 dc pertama, buat 1 sc pada dc berikutnya yaitu dc keempat dalam grup 7 dc di baris 3 tadi, buat 3 rantai, lewati 3 dc, buat 1 dc pada dc berikutnya, (buat 3 rantai, lewati 3 dc, buat 1 sc pada dc berikutnya, buat 3 rantai, lewati 3 dc, buat 1 dc pada dc berikutnya) ulangi 2 kali, buat 3 rantai, lewati 3 dc, buat 1 sc pada dc berikutnya, buat 3 rantai, lewati 3 dc, buat 1 dc pada rantai berikutnya. Balikkan.
Rows 5-25: Repeat rows 2-4 seven times.
Row 26: Repeat row 2.
Row 27: Repeat row 3. Fasten off.

Bagaimana? Tidak begitu susah bukan? Yang penting jangan menyerah dulu menghadapi pola tulisan. Jangan sampai beralasan "Ah, saya sudah terlalu biasa pakai pola gambar. Nggak bisa deh baca pola tulisan!". Sayang...ada ribuan pola cantik yang ditulis dalam pola tulisan. (by:dydy)

(Noriez/via merajut.com)

Rabu, 19 Mei 2010

Benang Rajut

Benang Merajut
Ketika kita merajut, sebaiknya kita menggunakan benang yang nyaman dan tidak menimbulkan gatal. Berikut ini adalah benang-benang berkualits bagus dengan harga terjangkau:
1.    Benang Katun Lembut (softy cotton)
benang katun polos
Benang ini sangat lembut dan agak tebal sehingga cocok untuk membuat baju hangat dan topi.
2.    Benang Rayon Katun
Benang ini memiliki tekstur lembut, tidak panas, dan ringan. Cocok untuk membuat baju, topi dan sepatu. Namun, benang ini tidak cocok untuk tas dan baju hangat, keculi memakai helai benang (rangkap). Rajutan akan lebih bagus jika dicuci dengan sistem dry clean.
3.    Benang Katun Nomor 20
Benang ini memiliki kegunaan yang sama dengan katun lembut dan rayon, tetapi tekstur benang lebih tebal. Oleh karena itu, benang ini cocok untuk membuat rajutan yang memang memerlukan kesan agak kaku.
4.    Benang Akrilik Katun Nomor 20
Benang ini sangat nyaman dipakai. Dapat digunakan sebagai alternatif selain benang rayon katon dan katun nomor 20.
5.    Benang Mohair
Benang ini biasanya tipis dan berbulu. Cocok dipakai untuk membuat syal.  

(Noriez/berbagai sumber)

Selasa, 18 Mei 2010

Perlengkapan Merajut

Alat utama yang digunakan untuk merajut adalah jarum rajut itu sendiri. Namun, untuk menunjang kegiatan merajut kita juga perlu mempunyai perlengkapan merajut. Berikut ini adalah sebagian besar perlengkapan merajut yang dibutuhkan:
jarum jahit
contoh: manik-manik dan jarum jahit

2. Jarum Jahit
Jarum jahit yang digunakan adalah jarum jahit yang berlubang besar. Berfungsi untuk penyelesaian produk.

3. Gunting
4. Lem Tembak
Digunakan untuk menempelkan hiasan ke kreasi sehingga lebih kuat.

5. Manik-manik
Digunakan untuk memperindah hasil rajutan. Tergantung pada jenis rajutan yang akan dikerjakan. Sebaiknya pilih manik-manik yang lubangnya bisa di masukkan di jarum hakken.

6. Kancing Batok
Digunakan sebagai penghias pada kreasi rajutan tas. 

7. Tali Kur
Digunakan sebagai pengikat, seperti kreasi pada kantong HP.

8. Stopper/Pemberhenti
Digunakan agar produk yang sedang dikerjakan tidak lepas. Stopper dipasang pada ujung jarum. Dengan Stopper, Anda dapat dengan mudah menyimpan hasil rajutan yang belum jadi.

9. Ring 
Digunakan untuk menandai tempat suatu tusukan agar tidak lupa. Biasanya, digunakan pada awal tiap baris ketika menggunakan circular needle atau pada tempat dilakukan pengulangan tusukan pada tempat yang sama di baris-baris selanjutnya.

10. Penanda Tusukan
Digunakan untuk menandai hasil tusukan agar mudah untuk menghitung jumlah tusukan.

11. Meteran
Digunakan untuk mengecek hasil rajutan. 

Senin, 17 Mei 2010

Memilih Jarum Rajut

Ada berbagai jenis jarum rajut yang beredar di pasaran, dibedakan oleh ukurannya, bentuknya, dan juga bahannya. Dari segi ukurannya atau diameternya, jarum rajut tersedia dari mulai ukuran 2 mm hingga sekitar 2 cm. Diameter jarum ini menentukan kerapatan rajutan nantinya. Semakin kecil diameter jarum, semakin rapat rajutannya. Dan sebaliknya.

Dari segi bentuknya, jarum rajut ada yang lurus panjang berujung satu, lurus pendek berujung dua, dan melingkar. Ada juga yang semi melingkar, namanya jarum flex. Secara fungsi ia sama dengan jarum lurus. Ada juga produsen jarum rajut seperti Boye atau Denise yang menyediakan satu set interchangeable needles, terdiri dari kepala jarum dan kabel-kabel penghubung yang berbeda-beda panjangnya. 

Dari segi bahan, ada jarum rajut yang terbuat dari metal (aluminium), bambu, kayu, plastik, bahkan juga gelas. Jarum metal dan plastik biasanya yang paling murah dan mudah ditemukan. 

Kamus Ukuran Jarum Rajut
Jarum metal, licin dan relatif berat di tangan. Tangan jadi mudah capek, dan jari lebih mudah kapalan . Tapi keuntungannya, ia tahan lama, tidak mudah rusak. Jarum bambu, seret dan ringan. Tidak mudah capek merajut dengan jarum bambu, dan enak dipakai merajut benang-benang licin semacam rayon atau sutra. Tapi jarum bambu tentu saja mudah patah kalau kita tidak hati-hati. Jarum plastik, murah, ringan, tidak begitu licin, tapi juga tidak seret. Kekurangannya, mudah melengkung terutama yang diameternya kecil. Jarum kayu dan gelas, biasanya merupakan fancy needles, mahal dan dibeli untuk koleksi.

Begitu banyak jenis jarum rajut, bagaimana memilihnya? Sesuaikan dengan kebutuhan. Apa yang akan Anda rajut? Seberapa besar ukurannya? Kerapatannya? Ingin yang tahan lama atau yang ringan di tangan? (by:dydy)

(Noriez/ via Merajut.com)

Jumat, 14 Mei 2010

Jarum Rajut

Pada postingan sebelumnya, secara teori sudah dijelaskan mengenai perbedaan antara merajut dan merenda. Kali ini saya akan menjelaskan mengenai Jarum yang digunakan untuk merajut/merenda.

1. Jarum hook / hakken
Pengait atau hook adalah alat yang digunakan untuk merajut (crochet) dan biasanya terbuat dari stainless. Dengan panjang sekitar 12-13 cm, ujungnya berbentuk kail yang berfungsi untuk mengait benang. Ukurannya juga bermacam-macam, mulai dari yang kecil hingga yang berukuran besar.



Besar kecilnya ukuran dapat dilihat dari ujung kailnya. Bila ujung kailnya kecil dan cenderung tajam, nomornya kecil. Sebaliknya, bila ujung kailnya besar dan cenderung tumpul, nomornya besar. Penggunaannya di sesuaikan dengan benang dan hasil yang ingin diperoleh. Biasanya hook dengan nomor  kecil, hasil rajutannya pun biasanya lebih rapat. Sedangkan hook dengan nomor besar digunakan untuk benang besar dan hasil rajutannya lebih besar. 

2. Jarum brein 
Berdasarkan bahan, jarum brein terdiri dari beberapa jenis bahan antara lain bambu, alumunium (stanless steel), plastik dan kayu. Untuk perajut pemula, disarankan memakai jarum dari bambu karena tidak terlalu licin dan semakin nyaman jika sering dipakai. 



Sedangkan dari bentuk (tipe) Jarum brein terdiri dari bentuk jarum lurus (straight needle), seperti sumpit yang terdiri dari dua jenis sisi. Jarum satu sisi (single pointed needle) yang digunakan untuk membuat rajutan yang tidak melingkat. Jarum dua sisi (double pointed needle) digunakan untuk membuat rajutan yang melingkar atau rajutan yang harus dikerjakan dari dua sisi. Sedangkan jarum melingkar (circular needle) ujung jarum jenis ini terbuat dari bahan bambu dan logam, tetapi bagian tengah jarum terbuat dari senar. 

(Noriez/berbagai sumber)

Rabu, 12 Mei 2010

Pengertian Merajut dan Merenda

Merajut (bahasa Inggris: knitting) adalah metode membuat kain, pakaian atau perlengkapan busana dari benang rajut. Berbeda dari menenun yang menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya menggunakan sehelai benang. Sebaris tusukan yang sudah selesai dipegang di salah satu jarum rajut sampai dimulainya tusukan yang baru.

merajut,merenda,crochet,kniting


Merajut dapat dilakukan dengan tangan atau dengan mesin. Ada berbagai jenis gaya dan teknik merajut. Teknik dasar dalam merajut adalah tusuk atas dan tusuk bawah. Tusuk atas adalah mengait benang dari arah depan, sementara tusuk bawah adalah mengait benang dari arah belakang. Hasil rajutan memiliki pola seperti huruf v yang bersambungan.

Perajutan datar yang dilakukan memakai dua jarum rajut atau jarum melingkar. Hasilnya berupa kain lurus dan mendatar (persegi panjang). Perajutan melingkar yang dilakukan memakai jarum rajut berujung dua atau jarum melingkar. Hasilnya berupa kain berbentuk silinder seperti kaus kaki dan lengan baju hangat.

Berbagai jenis jarum rajut serta ukuran benang dipakai untuk menghasilkan rajutan dengan bentuk yang berbeda-beda. Produk garmen yang dibuat dari hasil rajutan, misalnya: baju hangat, syal, selimut, topi. kaus kaki, hingga blus, gaun dan tunik. Teknik merajut dengan sebatang jarum rajut disebut merenda (bahasa Inggris: crochet). Pada dasarnya, merenda dan merajut sama-sama bertujuan mengait benang melalui lubang tusukan yang ada, namun menggunakan teknik rajutan dan jarum yang berbeda. Jarum untuk merenda disebut jarum renda atau hakpen (dari bahasa Belanda: haakpen) yang memiliki pengait pada ujungnya.

sumber : wikipedia.org

(Noriez/RM.B.C)