Thursday, February 2, 2017

Selamat datang 2017!

Assalamualaikum..

Yay, really long time no post ya! Sejak terakhir kali update sekitar pertengahan tahun lalu. Dan sekarang? Februari 2017! Time has run so fast ya pemirsah. Semoga para pengunjung setia blog +Rajut Merajut masih terus setia ya. ehehehe..

Anyway, 2016 lalu penuh dengan lika-liku kesibukan saya sebagai crafter. Alhamdulillah deadline pesanan yang tak kunjung sepi dan selalu rapat setia menemani memberi rejeki untuk bisa makan sehari-hari juga berkarya yang lebih baik lagi. Hasil tak pernah menghianati usaha ya. :)

Postingan perdana di tahun 2017 ini akan saya buka dengan curahan hati saya sebagai crafter lebih dulu. Ada hal menarik yang ingin saya bagi kepada kawan-kawan semua. Menjelang akhir tahun lalu, saya membeli sebuah mesin jahit baru! Yay, ini gak bisa dibilang baru sih karena saya beli mesin jahit second. Meski begitu, tetap saja namanya baru ya :D

Jadi ceritanya berawal dari mesin jahit lawas saya merk Standart yang memang tidak bisa dipakai untuk menjahit beberapa bahan tertentu seperti bahan kaos, spandek atau yang sifatnya agak mudah melar. Sedangkan saya, saat ini mulai suka mempraktekkan beberapa pola jahit untuk tas slempang kecil, pouch make up atau tempat pensil. Saya juga mulai membeli beberapa jenis kain kanvas untuk mempraktekkan pola. Nah sayangnya, ibarat device, si standart ini gak mensupport beberapa kain :)) jadilah saya perlu menggantinya dengan yang second baru.

Alhamdulillah, sewaktu service rutin mesin jahit di tempat service langganan, saya sempat meminta kepada si Bapak montir untuk memberi info barangkali beliau punya stock mesin jahit yang bagus dengan harga terjangkau untuk saya pakai. Mengingat saya memang menggunakan mesin jahit hanya untuk finishing produk, saya minta yang bisa dipakai untuk menjahit komponen tebal seperti busa, kulit atau jeans dan yang lebih baik bisa dipakai untuk menjahit berbagai macam jenis kain.

mesin jahit klasik, mesin jahit lawas, mesin jahit kuno, mesin jahit standar, mesin jahit butterfly, sewing machine, mesin jahit, mesin jahit nenek
mesin jahit lawas
Alhamdulillah, setelah beberapa waktu setia dengan standar berwarna hitam, penggantinya lebih colorfull. Saya dapat mesin jahit butterfly dengan warna dasar yang dicat fucia seharga Rp.250.000,- saja tanpa mesin dinamo dan rumah mesin (meja). Bagi saya ini udah cukup terjangkau. Karena dengan harga yang sama, saya tentu cuma bisa beli mesin jahit portable mini yang ringkih buatan Cina. Ehehe..

mesin jahit klasik, mesin jahit lawas, mesin jahit kuno, mesin jahit standar, mesin jahit butterfly, sewing machine, mesin jahit, mesin jahit nenek
mesin jahit baru
Nah, setelah ini entah kenapa saya jadi lebih senang lagi mengerjakan finishing (njahit) furing tas. Ah, ini penyemangat. Serius deh. Soalnya jadi kepikiran supaya bisa balik modal dan juga ganti rumah mesinnya juga. ahahaha. Jangan ditiru ya serakahnya saya.

Setelah beberapa waktu menghitung biaya pengeluaran untuk tukang jahit demi terciptanya furing yang cocok dengan tas buatan saya, sekarang ini saya lebih bahagia karena bisa menjahit furing untuk tas rajut buatan sendiri. Yay. Kapan hari nanti saya akan curhat bagaimana bahagianya saya karena bisa menjahit recessed zipper untuk tas rajut saya ya.

Salam hangat,
Noriez

order? 085712422253 (no calls, wasap only)

No comments:

Post a Comment

tinggalin komen,
atau mention @Noriez | @RajutMerajut untuk pertanyaan yg butuh respon cepat :D